kecantikan istri tanggung jawab suami

May 30, 2016 Add Comment

ARA SUAMI WAJIB BACA, KECANTIKAN ISTRI ADALAH TANGGUNG JAWAB SUAMI

Banyak wanita yang ingin langsing, kulit putih dan cantik, supaya suaminya tetap mencintai dan sayang pada dia. Dan banyak wanita berusaha mati-matian untuk tetap membahagiakan suami dengan membuat dirinya tampil menarik di mata suami.

Tapi perlukah itu semua?

adilkah suami hanya melihat istri dari tampilan fisik mereka saja?

Dibawah ini adalah penjelasan mengapa kecantikan istri adalah tanggungjawab suami menurut dr. Wahyu Triasmara:

Pertama, bisa anda bayangkan tugas istri mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi selalu diisi dengan beragam kegiatan rumah tangga.

Mereka harus bangun pagi menyiapkan makan buat suami dan anak-anak mereka, belum lagi membersihkan rumah, mencuci dan merapikan pakaian, bisa dibayangkan bahkan untuk merawat diri mereka sendiri aja udah tak ada waktu?

lalu masihkah suami menuntut istri untuk membuat diri mereka menarik dengan ketiadaan waktu untuk mengurus diri mereka sendiri?

Kedua, berapa uang yang suami berikan pada istri supaya diri mereka bisa tampil menarik di mata suami?

apakah tampil menarik hanya cukup dengan rajin mandi saja?

tidak bukan?

istri perlu memakai kosmetik, wewangian, baju dan perhiasan yang menarik supaya diri mereka tampil baik & menarik di hadapan suami mereka.

Lalu apa suami sudah memberikan Uang yang layak pada istri hingga mereka bisa mencukupi semua kebutuhan itu? bahkan terkadang untuk kebutuhan sehari-hari saja istri harus pandai-panda untuk bisa mengatur pengeluaran dari minimnya uang yang diberikan suami.Ketiga, tampil menarik itu ternyata tak cukup hanya terlihat bagus secara fisik saja. Cantik sesungguhnya terpancar dari dalam.

Mudahnya menjadi wanita yang cantik luar dalam hanya dengan berusaha menjadi wanita dan istri yang solehah, Lalu bagaimana seorang wanita bisa menjadi istri solehah, padahal suami mereka sendiri belum bisa jadi imam yang baik bagi keluarga? lalu bagaimana mungkin dia bisa memimpin dan menjadi contoh tauladan bagi istri dan anak mereka?

Ke empat, anda ingin istri selalu menarik dihadapan para suami? anda ingin istri tampak selalu langsing seperti saat remaja? ketahuilah karena pengaruh kehamilan dan hormon, wanita memang lebih sulit untuk menurunkan kembali berat badan mereka seperti sedia kala.

Namun cobalah untuk melihat dari sisi lain, kembalilah bersyukur telah memiliki istri dan anak yang susah payah dilahirkan dari rahim istri anda dengan bertaruh nyawa.

Coba bayangkan bagaimana istri menahan kesakitan dan kehilangan banyak darah ketika melahirkan. Itu semua tak lain dan tak bukan demi utk membahagiakan Anda.

Yang terakhir, benar apa adanya jika rumput tetangga memang lebih hijau dari rumah kita. Namun percayalah hijaunya rumput tetangga belum tentu lebih menyejukkan dibandingkan dengan rumah kita. Ketika Anda sudah memilih seorang wanita menjadi pendamping anda yakinlah bahwa dia adalah belahan hati yang akan menemani anda utk selamanya.

Sekarang janganlah banyak menuntut pada penampilan istri anda apa lagi ketika anda sendiri tak mampu berbuat banyak untuk membantu mewujudkan apa yang anda idamkan untuk membuat istri anda kembali menarik seperti saat usianya belia dahulu.

Jadilah setia bukan karena apa yang tampak pada istri anda, tapi muliakan mereka atas apa yang sudah mereka lakukan untuk anda dan keluarga. Sejatinya para wanita ingin sekali tampil menarik didepan suami mereka tapi banyak keterbatasan yang membuat mereka tak bisa,

Percayalah bahwa kecantikan itu niscaya akan luntur, karena manusia pasti akan menua. Tapi ketika anda tulus mencintai dan memuliakan istri anda, tak peduli istri gemuk, kurus, hitam, atau mungkin tak menarik dimata orang lain, tapi anda tak pernah ragu untuk memeluk dan mencium mereka, menggandeng tangannya ketika berjalan, merasa bangga memiliki danmencintainya dengan tulus untuk selamanya.

Like&Share

Pendidikan Terbaik

May 30, 2016 Add Comment

🌺Sistem Pendidikan Terbaik🌺

Oleh: Muhammad Husnan...

Sekitar 4 tahun yang lalu tepatnya di awal Ramadhan 1433 H, saya mengikuti kuliah subuh di Masjid dekat rumah. Ustadz yang berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang sedang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat menghasilkan dan mencetak generasi yang cerdas, bermartabat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan agama.


Untuk mencari sistem pendidikan terbaik, rektor tersebut pergi ke Timur Tengah untuk meminta nasihat dari seorang ulama terkemuka di sana. Ketika bertemu dengan ulama yang ingin ditemuinya, lalu dia menyampaikan maksudnya untuk meminta saran bagaimana menciptakan sistem pendidikan terbaik untuk kampus yang dipimpinnya saat ini.

Sebelum menjawab pertanyaan dari rektor, ulama tersebut bertanya bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai dari tingkat bawah sampai paling atas?
Rektor menjawab, "Paling bawah mulai dari SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, D3 3 tahun atau S1 4 tahun, S2 sekitar 1,5 - 2 tahun, dan setelah itu S3 untuk yang paling tinggi.

Jadi untuk sampai S2 saja butuh waktu sekitar 18 tahun ya? Tanya Sang Ulama.
Iya, jawab rektor tersebut.
Lalu bagaimana jika hanya lulus sampai di SD saja selama 6 tahun, pekerjaan apa yang akan bisa didapat? Tanya kembali Sang Ulama.
Kalau hanya SD paling hanya buruh lepas atau tukang sapu jalanan, tukang kebun dan pekerjaan sejenisnya. Tidak ada pekerjaan yang bisa diharapkan jika hanya lulus SD di negeri Kami. Jawab si rektor.

Jika lulus SMP bagaimana?
Untuk SMP mungkin jadi Office Boy (OB) atau cleaning service, jawab kembali si rektor. Kalau SMA bagaimana?
Kalau lulus SMA masih agak mending pekerjaannya di negeri kami, bisa sebagai operator di perusahaan-perusahaan, lanjut si rektor.

Kalau lulus D3 atau S1 bagaimana? Bertanya kembali Sang Ulama. Klo lulus D3 atau S1 bisa sebagai staff di kantor dan S2 bisa langsung jadi manager di sebuah perusahaan, kata si rektor.

Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang enak di negeri Anda minimal harus lulus D3/S1 atau menempuh pendidikan selama lebih 15-16 tahun ya? Tanya kembali sang Ulama. Iya betul, jawab si rektor.

Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan yang Islam ajarkan. Misal selama 6 tahun pertama (SD) hanya mempelajari dan menghapal Al-Qur'an, apakah bisa hapal 30 juz? Tanya Sang Ulama. In-syaa Allah bisa, jawab si rektor dengan yakin. Apakah ada hafizh Qur'an di negeri Anda yang bekerja sebagai buruh lepas atau tukang sapu seperti yang Anda sebutkan tadi untuk orang yang hanya Lulus SD? Kembali tanya Sang Ulama. Tidak ada, jawab si rektor.

Jika dilanjut 3 tahun berikutnya mempelajari dan menghapal hadits apakah bisa menghapal ratusan hadis selama 3 tahun? Bisa, jawab si rektor. Apakah ada di negara Anda orang yang hapal Al-Qur'an 30 juz dan ratusan hadits menjadi OB atau cleaning service? Tidak ada, jawab kembali si rektor.

Lanjut 3 tahun setelah itu mempelajari tafsir Al-Qur'an, apakah ada di negara Anda orang yang hafizh Qur'an, hapal hadits dan bisa menguasai tafsir yang kerjanya sebagai operator di pabrik? Tanya kembali ulama tersebut. Tidak ada, jawab si rektor. Rektor tersebut mengangguk mulai mengerti maksud sang ulama.

Anda mulai paham maksud Saya? Ya, jawab si rektor.

Berapa lama pelajaran agama yang diberikan dalam seminggu? Kurang lebih 2-3 jam, jawab si rektor.


Sang ulama melanjutkan pesannya kepada si rektor, jika Anda ingin mencetak generasi yang cerdas, bermartabat, bermanfaat bagi bangsa dan agama, serta mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus nanti, Anda harus mengubah sistem pendidikan Anda dari orientasi dunia menjadi mengutamakan orientasi akhirat karena jika kita berfokus pada akhirat in-syaa Allah dunia akan didapat. Tapi jika sistem pendidikan Anda hanya berorientasi pada dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan didapat.

Pelajari Al-Qur'an karena orang yang mempelajari Al-Qur'an, Allah akan meninggikan derajat orang tersebut di mata hamba-hambaNya. Itulah sebabnya Anda tidak akan menemukan orang yang hafizh Qur'an di negara Anda atau di negara manapun yang berprofesi sebagai tukang sapu atau buruh lepas walaupun orang tersebut tidak belajar sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi karena Allah yang memberikan pekerjaan langsung untuk para hafizh Qur'an. Hafizh Qur'an adalah salah satu karyawan Allah dan Allah sayang sama mereka dan akan menggajinya lewat cara-cara yang menakjubkan. Tidak perlu gaji bulanan tapi hidup berkecukupan.

Itulah pesan Sang Ulama kepada rektor tersebut. Mari kita didik diri dan keluarga kita agar senantiasa selalu membaca, mempelajari, dan menghapal Al-Qur'an agar hidup kita dimudahkan dan berkecukupan. Totalitas menjadi karyawan Allah bukan hanya karyawan dari seorang manusia.

Kisah Ular dan Gergaji

May 30, 2016 Add Comment

🐍ALKISAH 🐍
Oleh ust UJ AL JOGJAWI

Seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di malam hari. Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan & tidak merapihkannya.



Nah ketika ular itu masuk kesana, secara kebetulan ia merayap di atas gergaji. Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.

Serangan yang bertubi-tubi menyebabkan luka parah di bagian mulutnya. Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya utk mengalahkang musuhnya. Ia pun lalu membelit dengan kuat gergaji itu.

Belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka amat parah, akhirnya ia pun mati binasa. Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular tsb di sebelah gergaji kesayangannya.

Sahabat...
Kadangkala di saat marah, kita ingin melukai orang lain. Setelah semua berlalu, kita baru menyadari bahwa yang terluka lebih parah sebenarnya adalah diri kita sendiri.

Banyaknya perkataan yang terucap & tindakan yang dilakukan saat amarah menguasai, sebanyak itu pula kita melukai diri kita sendiri.

Tidak ada musuh yang tidak dapat di taklukkan oleh cinta kasih.

Tidak ada permusuhan yang tidak dapat dimaafkan oleh ketulusan.

Tidak ada kesulitan yang tidak dapat dipecahkan oleh ketekunan.

Tidak ada batu keras yang tidak dapat di pecahkan oleh kesabaran.

Semua itu haruslah berasal dari diri kita.

Dendam, benci, curiga/pikiran negative apapun itu, sebenarnya bagaikan ular yang membelit gergaji, yg bisa terus menerus muncul dalam pikiran kita, menusuk & membakar batin kita sendiri.

Latihlah setiap saat utk memaafkan, mampu dengan cepat melepaskan & membuang sampah pengotor batin dan pikiran kita.

Kisah Cinta Buya Hamka

May 30, 2016 Add Comment

Sahabat2ku yang selalu dirindukan dan yang di Rahmati Allah SWT.
Ini ada artikel menarik salah satu tokoh Islam yang sungguh luar biasa perjuangan beliau..
Mudah2an bermanfaat bagi kita semua Aamiin 3x YRA.

"Cinta adalah Kehormatan, Kisah Perjuangan Istri Buya Hamka"



"SAYA diminta berpidato, tapi sebenarnya ibu-ibu dan bapak-bapak sendiri memaklumi bahwa saya tak pandai pidato. Saya bukan tukang pidato seperti Buya Hamka. Pekerjaan saya adalah mengurus tukang pidato dari sejak memasakkan makanan hingga menjaga kesehatannya.”

Itulah kalimat singkat dari Siti Raham binti Endah saat memberikan pidato dalam kunjungan Buya Hamka ke Makassar. Tak disangka, ucapan dari wanita bersahaja itu mendapat sambutan besar dari ribuan hadirin. “Hidup Ummi.. Hidup Ummi!” pekik massa.

Buya Hamka pun meneteskan air mata. Tangis haru dari ulama besar itu mengiringi langkah kaki sang kekasih turun dari panggung. Betapa besar pengorbanan istri tercintanya dalam masa-masa perjuangan. Siti Raham adalah garansi dari ketawadhuan di balik nama besar Buya Hamka.

Kisah cinta mereka dimulai pada 5 April 1929. Kala itu, Siti Raham berusia 15 tahun sedangkan Buya Hamka berumur 21 tahun. Sejak itu, mereka sah menjadi pasangan suami istri. Ya, di sebuah usia para muda-mudi saat ini lebih sibuk memakan rayuan dan menenggak kemaksiatan.



Perjuangan Buya Hamka meminang Siti Raham patutlah ditiru. Tidaklah salah Allah menganugerahi manusia dengan kekuatan akal pikirannya. Buya Hamka kemudian menulis roman berbahasa Minang berjudul “Si Sabariyah”. Buku itu dicetak tiga kali. Dari honor buku itulah Buya membiayai pernikahannya.

Banyak suka dan duka mewarnai perjalanan Buya Hamka merajut rumah tangga. Ulama Muhammadiyah itu tidak salah memilih Siti Raham. Di saat ujian datang, wanita kelahiran 1914 ini tampil sebagai motivasi baginya. Tanpa mengeluh maupun gulana.

“Kami hidup dalam suasana miskin. Sembahyang saja terpaksa berganti-ganti, karena di rumah hanya ada sehelai kain,” tutur Hamka dalam buku biografi “Pribadi dan Martabat Buya Prof Dr. Hamka” karangan Rusydi Hamka.

Puncak kemiskinan dua sejoli ini terjadi ketika lahir anak ketiga, yaitu Rusydi Hamka. Dia dilahirkan di kamar asrama, Kulliyatul Mubalighin, Padang Panjang pada 1935 sedangkan anak pertama Buya Hamka, bernama Hisyam, meninggal dalam usia lima tahun. Besarnya beban ekonomi ditambah kerasnya penjajahan, membuat Hamka harus memutar otak untuk membiayai anak-anaknya.

Dalam kondisi diliputi kemiskinan, pergilah Hamka ke Medan untuk bekerja di Majalah Pedoman Masyarakat. Di kota yang kini menjadi ibukota Sumatera Utara itu, Hamka tinggal selama sebelas tahun.

Menurut penuturan Rusydi Hamka, saat itulah dia menyaksikan dan mengalami kesulitan-kesulitan hidup kedua orang tuanya. Di balik tanggung jawab sang ayah, tak lupa kesetiaan Siti Raham senantiasa bersamanya. Wanita tegar itu senantiasa menjalankan amanah Buya Hamka untuk menjadi istri yang taat suami dan mendidik anak-anak di kala Buya tiada bersamanya.



Dengan kondisi pas-pasan, Buya Hamka mampu menahkodai rumah tangga dengan tujuh orang anak. Itu belum ditambah beberapa kemenakan yang ikut dibiayai Buya Hamka. Sebab dalam adat Minang, seorang Mamak punya tanggung jawab terhadap kemenakan dan saudara perempuannya.

Rusydi mengatakan Hamka adalah orang yang biasa-biasa saja. Berbeda dengan pria keturunan Minang yang pandai berdagang, Buya Hamka bukanlah orang yang mewarisi bakat berbisnis. Hamka juga bukanlah orang yang makan gaji dari pemerintah.

“Ketika pindah ke Padang Panjang dalam suasana revolusi, ayah jelas tak punya sumber kehidupan tetap yang diharapkan setiap bulan,” terang Rusydi Hamka.

Saat memimpin Muhammadiyah di Sumatera Barat, Buya Hamka kerap keliling kampung untuk berdakwah. Perjalanan itu kerap dilaluinya dengan bendi maupun berjalan kaki. Hal itu dilakukan selama berhari-hari tanpa pulang ke rumah.

Maka saat menemui istrinya di rumah, pertanyaan yang sering diutarakan Buya Hamka adalah "Apakah anak-anak (bisa) makan hingga Buya Hamka sengaja menepuk perut anak-anaknya untuk mengetahui apakah buah hatinya lapar atau kenyang.

Di sinilah, Siti Raham sukses menjalankan amanah sebagai ibu. Agar anak-anaknya tidak kelaparan, Siti Raham rela menjual harta simpanannya. Beliau bukanlah wanita menjadikan perhiasan sebagai makhota karena makhota sejatinya adalah Buya Hamka dan keluarga.

Maka, kalung, gelang emas, dan kain batik halus yang dibelinya di Medan terpaksa dijual di bawah harga demi membeli beras dan membayar uang sekolah anak-anak. Biarlah dirinya kesusahan, asal perut anak-anaknya tidak kelaparan dan tetap bisa melanjutkan pendidikan.

Kerapa kali dirinya meneteskan air mata, ketika membuka almarinya untuk mengambil kain-kain simpanannya untuk dijual ke pasar. Tak tega melihat istrinya terus menguras hartanya, Buya Hamka sontak mengeluarkan beberapa helai kain Bugisnya untuk dijual. Namun, sang istri mencegahnya.

“Kain Angku Haji jangan dijual, biar kain saya saja. Karena Angku Haji sering keluar rumah. Di luar jangan sampai Angku Haji kelihatan sebagai orang miskin,” ujarnya.

Demikianlah dalam keadaan sederhana Siti Raham masih mempertimbangkan kehormatan suaminya. Apa saja dilakukannya agar Buya Hamka tidak terlihat lusuh di mata jama’ah dan masyarakat. Dari mulai memikirkan pakaian hingga membersihkan kopiah bila Buya Hamka hendak keluar karena cinta adalah kehormatan.

Maka, melihat Buya Hamka menangis saat dirinya turun dari mimbar pidato di Makassar, sang istri hanya bisa tersenyum, “Kan yang ummi pidatokan itu kenyataannya saja.”
 Maka, sepeninggal Ummi Siti Raham, konon Buya Hamka sering bersenandung, dalam kesendirian dan dengan suara lirih. Beliau juga menghabiskan waktu 5-6 jam untuk membaca Al-Qur'an dan sering melaksanakan shalat taubat.

Suatu ketika, putra beliau, Irfan, menanyakan kenapa ayahnya kuat sekali mengaji dan sering shalat taubat.
“Kau tahu, Irfan. Ayah dan Ummi telah berpuluh-puluh tahun lamanya hidup bersama. Tidak mudah bagi Ayah melupakan kebaikan Ummi. Itulah sebabnya bila datang ingatan Ayah terhadap Ummi, Ayah mengenangnya dengan bersenandung. Namun, bila ingatan Ayah kepada Ummi itu muncul begitu kuat, Ayah lalu segera mengambil air wudhu. Ayah shalat taubat dua rakaat, kemudian Ayah mengaji. Ayah berupaya mengalihkannya dan memusatkan pikiran dan kecintaan Ayah semata-mata kepada Allah,” jawab Buya Hamka.
Wallahu a'lam bishawab.

Belajar dari Anak Kecil

May 29, 2016 Add Comment

Sekedar cerita,...mungkin dapat diambil hikmahnya..
           
BELAJAR DARI ANAK KECIL


 Sesudah jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah. Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya.

Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah. Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.

Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya. Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.

Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.

“Berapa harganya Nek?”
“Satu plastik kue Lima ribu, nak”, jawab si nenek.

Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata :

“Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi buat Nenek aja kuenya kan bisa dijual lagi.”

Si nenek jelas sekali terlihat berbinar2 matanya :

“Ya Allah terima ksh bnyk Nak. Alhamdulillah ya Allah kabulkan doa saya utk beli obat cucu yg lagi sakit.” Si nenek langsung jalan.

Refleks aku panggil anak lelaki itu.

“Siapa namamu ? Kelas berapa?”
“Nama saya Radit, kelas 2, pak”, jawabnya sopan.
“Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu?'”

” Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari. Tapi saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah.”
“Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu sejak hari senin?”, tanyaku semakin tertarik.

“Betul Pak, jadi setiap jumat saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar Allah berikan pahalanya untuk ibu saya yang sudah meninggal. Saya pernah mendengar ceramah ada seorang ibu yang Allah ampuni dan selamatkan dari api neraka karena anaknya bersedekah sepotong roti, Pak”, anak SD itu berbicara dengan fasihnya.

Aku pegang bahu anak itu :

” Sejak kapan ibumu meninggal, Radit?”
“Ketika saya masih TK, pak”

Tak terasa air mataku menetes :

“Hatimu jauh lebih mulia dari aku Radit, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya…”, kataku sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan ke tangannya.

Tapi dengan sopan Radit menolaknya dan berkata :

“Terima kasih banyak, Pak… Tapi untuk keperluan bapak aja, saya masih anak kecil tidak punya tanggungan… Tapi bapa punya keluarga…. Saya pamit balik ke kelas Pak”.

Radit menyalami tanganku dan menciumnya.

“Allah menjagamu, nak ..”, jawabku lirih.

Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik. Bergegas aku kesana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya.

Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya. Kasir menjawab : ” Empat puluh ribu rupiah..”

Aku serahkan uang yang ditolak anak tadi ke kasir : ” Ini saya yang bayar… Kembaliannya berikan kepada si nenek ini..”

“Ya Allah.. Pak…”

Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik… Aku bergegas menuju  Pandeglang menyusul teman-teman yang sedang keliling dakwah disana.

Dalam hati aku berdoa semoga Allah terima sedekahku dan ampuni kedua orang tuaku.

lmuwan Temukan Keajaiban dalam Air Zamzam

May 29, 2016 Add Comment

Seorang ilmuwan asal Jepang dari Universitas Tokyo, Masaru Emoton, melakukan penelitian terhadap air Zamzam setelah bertemu dengan salah satu muridnya yang berasal dari Arab Saudi. Hasil penelitian air Zamzam yang dilakukan Emoton pun sangat mengejutkan.


Mengutip Majestic Islam, Selasa (18/8/2015), Emoton melakukan penelitian terhadap air Zamzam setelah sebelumnya ia juga meneliti komposisi tetesan air salju yang ternyata memiliki komposisi yang sangat unik. Saat memutuskan melakukan penelitian atas rekomendasi salah satu mahasiswanya, ilmuwan tersebut mengungkap jika ia sama sekali tidak bisa melakukan proses pengkristalan terhadap air Zamzam.

Emoton menjelaskan, ketika ia mencoba melakukan proses kristalisasi ia menemukan dua kristal berbentuk unik pada air Zamzam. Saat ia menanyakan mengapat terdapat dua kristal pada asir Zamzam, sang mahasiswa asal Arab Saudi menjawab jika hal itu disebabkan air Zamzam terdiri dari dua kata yakni “Zam” dan “Zam”.

"Rekan Muslim saya menawarkan untuk membaca ayat-ayat Alquran di atas air tersebut. Dia membawa tape recorder dan memainkan beberapa ayat-ayat Alquran, dan kami mendapati kristal yang paling berbentuk sempurna. Kemudian ia memainkan 99 nama Allah (Yang Maha Kuasa), Setiap nama suci tersebut menghasilkan sebuah kristal yang berbentuk unik,” ujar Emoton.


"Saya telah membuktikan bahwa air (Zamzam), dengan kecairan cair aneh, mampu berpikir, merasakan, dan semakin bersemangat, serta mengekspresikan dirinya sendiri," tambah Emoton.

Selain itu, dalam buku terbitannya yang berjudul “Message From Water”, Emoton menulis jika satu tetes air Zamzam dicampur dengan seribu tetes air biasa, maka air tersebut memiliki khasiat setara air Zamzam.

Ilmuwan tersebut juga menemukan bahwa saat seorang Muslim mengatakan “Bismillah” sebelum makan atau minum, maka air biasa tersebut akan secara ajaib berubah menjadi air kualitas terbaik. Emoton juga menyebut jika seseorang melafalkan Alquran pada air biasa, maka air tersebut akan memiliki kemampuan untuk mengobati penyakit yang berbeda.

"TEMPELENG AJA" kalau anda ditanya BENARKAH TUHAN ITU ADA??? (

May 29, 2016 Add Comment
TEMPELENG AJA" kalau anda  ditanya BENARKAH TUHAN ITU ADA???

(3 Pertanyaan, 1 Jawaban)


👦Adalah seorang pemuda yang lama sekolah di Russia, ia telah kembali ke tanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (Ustadz) /siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya.

Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

👦Pemuda :(Dengan nada SOMBONG pemuda itu bertanya) "Anda siapa...?? dan apakah bisa menjawab pertanyaan saya...??"

💂Ustadz : "Saya hanyalah hamba ALLAH & dengan se-izin-NYA saya akan menjawab pertanyaan anda"

👦Pemuda :(Tetap dengan nada SOMBONG), "Anda yakin..?!! sedang profesor & banyak orang pintar tidak mampu menjwb pertanyaan saya".

💂Ustadz : "Insya Allah saya akan mencoba sejauh kemampuan saya..!!"

👦Pemuda : "Saya punya 3 buah pertanyaan..?!!

1⃣ Kalau memang TUHAN itu ada, tunjukkan wujud TUHAN kepada saya..?!!

2⃣ Apakah yang dinamakan TAKDIR..?!!

3⃣ Kalau SETAN diciptakan dari api, knapa dimasukkan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki unsur yg sama..?!! Apakah TUHAN tdk pernah berfikir sejauh itu..?!!

✅ Tiba-tiba pemuka agama tsb MENAMPAR pipi si pemuda SOMBONG dgn keras.

👦(Sambil menahan sakit) si Pemuda berkata : "Kenapa...?? Anda marah kepada saya...??"

💂Ustadz : "Sy tdk marah..!! TAMPARAN itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yg anda ajukan kepada saya...!!"

👦Pemuda : "Saya sungguh-sungguh tidak mengerti..?!!"

💂Ustadz : "Bagaimana rasanya tamparan saya..?!!"

👦Pemuda : "Tentu saja saya merasakan sakit..!!"

💂Ustadz : "Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada..?!!"

👦Pemuda : "Ya.. saya Percaya..!!"

💂Ustadz : "Tunjukkan pada saya wujud sakit itu..?!!"

👦Pemuda : "Saya tidak bisa..!!"

💂Ustadz : "Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan TUHAN tanpa mampu melihat wujud-NYA.

💂Ustadz : "Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya..?!!"

👦Pemuda : "Tidak..!!"

💂Ustadz : "Itulah yang dinamakan TAKDIR..!!"

💂Ustadz : "Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda..?!!"

👦Pemuda : "Kulit..!!"

💂Ustadz : "Terbuat dari apa pipi Anda..?!!"

👦Pemuda : "Kulit..!!"

💂Ustadz : "Bagaimana rasanya tamparan saya..?!!"

👦Pemuda : "Sakit..!!"

💂Ustadz : "Walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika TUHAN berkehendak, maka neraka akan mjd tempat menyakitkan bagi setan".

✳MASIHKAH ANDA MERAGUKAN KEHADIRAN 'TUHAN' DALAM HARI-HARI ANDA..?!!

✅Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi Shadaqah Jariyah pada setiap orang yang anda kirimkan pesan ini.

✅Dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka km jg akan ikut mendapat pahalanya sampai hari kiamat..

✅Ada 2 pilihan utk Anda :

1⃣ Biarkan hal ini tanpa bermanfaat untuk orang lain.

2⃣ Anda sebarkan pada semua kenalan anda.

✔Rasul SAW bersabda :
"Barangsiapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkan, maka walaupun yg menyampai-kan sudah tiada (meninggal  dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.. 👍🙏👏.

Semoga bermanfaat...

Cerita jeep tanpa mesin

May 28, 2016 Add Comment

BAGI ALLAH TAK ADA YANG MUSTAHIL

Seorang pria muda yang bekerja di Angkatan Darat Jepang yang selalu dihina karena ia percaya kepada ALLAH


Suatu hari kaptennya berniat untuk mempermalukan dia dihadapan para tentara. Ia memanggil anak muda tersebut dan berkata : anak muda kemarilah, ambil kunci ini dan parkirkan mobil jeep itu didepan.

Anak muda tersebut menjawab : "saya tidak bisa menyetir mobil kapten,"
Sang kapten berkata : " baiklah kamu meminta PERTOLONGAN dari TUHANmu , TUNJUKKAN BAHWA DIA ADA ,

Anak muda tersebut mengambil kunci mobil dan melangkah ke jeep tersebut dan Mulai Berdoa, anak muda itu memarkirkan jeep tersebut dengan baik dan sempurna di tempat yang kaptennya inginkan, anak muda tersebut keluar dari jeep itu dan melihat mereka semuanya Menangis,

Mereka bersama-sama mengatakan : " Kami mau melayani TUHANmu"
Tentara muda tersebut kaget dan bertanya : "apa yang terjadi" ?
Kapten tersebut menangis membuka kap mesin jeep tersebut lalu menunjukkan kepada anak muda tersebut bahwa mobil tersebut sebenarnya tidak ada mesinnya.

Lalu anak muda tersebut berkata : " Lihatlah, Inilah TUHAN yang aku layani,
TUHAN yang BISA MELAKUKAN yang TIDAK MUNGKIN menjadi mungkin, TUHAN yang MEMBERIKAN HIDUP kepada apa yang tidak ada, Anda mungkin berpikir masih ada banyak hal yang "tidak mungkin bisa terjadi ", TETAPI BERSAMA TUHAN SEMUANYA BISA TERJADI ..
Keep.

Kisah Seorang Tukang Cukur

May 28, 2016 Add Comment

Ada seseorang pergi ke tukang cukur untuk memotong rambut dan mencukur jenggotnya. Sewaktu si pemangkas rambut memulai pekerjaannya, mereka mulai bercakap-cakap tentang berbagai hal.


Tatkala mereka menyinggung tentang Tuhan, si tukang cukur itu mengatakan, “Aku tidak percaya bahwa Tuhan itu ada!”
“Mengapa Anda mengatakan hal itu?” tanya pelanggannya.
“Nah, Anda hanya perlu keluar ke jalanan untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Sebagai contoh, bila Tuhan memang ada mengapa terdapat begitu banyak orang sakit? Mengapa banyak anak-anak kecil yang ditinggalkan orang tua mereka? Bila memang ada Tuhan, pasti tidak ada penderitaan dan kesakitan. Aku tidak membayangkan ada Tuhan yang Maha Kasih yang mengijinkan hal-hal seperti itu terjadi.”

Pelanggan itu berpikir sejenak, namun tidak mengatakan apa-apa, karena ia tidak ingin berdebat. Setelah tukang cukur itu menyelesaikan pekerjaannya, pelanggan itu meninggalkan tempat tersebut. Baru saja ia keluar jalan, ia melihat seorang dengan rambut gondrong, dekil serba kotor dengan jenggot dan cambang yang tidak terpelihara.

Pelanggan itu kembali kepada tukang cukur dan berkata, “Anda tahu, di dunia ini tidak ada tukang cukur!”
“Bagaimana Anda bisa mengatakan itu?” tanya tukang cukur dengan terkejut. “Aku ada di sini dan bukankah aku yang baru saja memotong rambut dan merapihkan jenggotmu?”
“Tidak!” Pelanggan itu bersikukuh dengan pendapatnya. “Tukang cukur itu tidak ada! Karena, bila mereka ada, tentu tidak ada orang yang mempunyai rambut gondrong dan jenggot yang tidak beraturan seperti orang di luar sana.”
“Ah, namun tukang cukur itu tetap ada!” jawab tukang cukur. “Hanya orang itu saja yang tidak datang kepadaku untuk dirapihkan rambut dan jenggotnya.”
“Itu tepat sekali!” kata pelanggannya. “Itulah yang kumaksudkan! Tuhan pun ada! Namun, apa yang terjadi? Manusia tidak datang kepada-Nya dan tidak mencari-Nya. Itulah sebabnya terdapat begitu banyak kesengsaraan dan penderitaan di dunia.”



Dikutip dari cermin kehidupan LINE

Pesan Anies Baswedan - Selamat Hari Pendidikan untuk anak muda yang belajar di perantauan

May 28, 2016 Add Comment

Lampu belajar masih menemani. Buku masih terbuka. Berjam-jam duduk di meja belajar. Mata terus membaca, tangan mencatat di buku tulis. Di kamar yang mungil, jauh dari kampung halaman.


Ribuan, bahkan ratusan ribu anak muda tinggalkan kampung halaman, jauh dari Ibu, Ayah, dan saudara mereka. Kampung halaman yang penuh kenangan masa kecil itu mereka tinggalkan untuk satu tujuan: pendidikan.


Semua pasti masih ingat saat keluarga mengantarkan, melepas bersekolah jauh. Kristal butiran air mata Ibu saat melepas anak berangkat seakan cermin jernihnya cinta. Anak adalah cinta berbalut harapan. Ibu melepaskan anak untuk merantau jauh demi pendidikan yang lebih baik; melepaskannya dengan cinta, mengalunginya dengan harapan, dan menyematkannya doa tanpa akhir.


Buat anak-anak muda yang sedang di rantau, jauh dari Ibu, Ayah dan saudara, pada malam menjelang Hari Pendidikan ini, saya ucapkan selamat berjuang, selamat belajar.


Rute perjalanan yang kalian tempuh adalah rute yang telah mengantarkan jutaan anak muda negeri ini meraih kehidupan yang lebih baik. Jaga stamina!


Yakinlah bahwa pendidikan akan bisa mengantarkan pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan jadi tangga untuk menuju cita-cita, menuju harapan. Tiap hari satu anak tangga dilewati.


Anak muda memang seharusnya pilih jalan mendaki. Jalan berat penuh tantangan tapi bisa mengantarkan ke puncak. Jadikan perpisahan dengan keluarga itu sebagai awal perjumpaan dengan cita-cita.


Pada tiap lembar bacaan, ada doa Ibu dan Ayah. Pada tiap karya tulis dan pekerjaan dari guru atau dosen, ada harapan dari Ibu dan Ayah. Mereka mungkin tidak tahu satu per satu yang dikerjakan anaknya, tapi mereka tak pernah berhenti hibahkan semua yang mereka miliki untuk kebaikan dan kebahagiaan anak mereka.


Teruslah belajar. Jangan biarkan waktu bergulir tanpa makna. Buka hari dengan cerahnya mata hati, dan tutup hari dengan tuntasnya asupan ilmu dan pengetahuan baru.


Janjilah kepada Ibu dan Ayah, suatu hari nanti mereka akan melihat anak mereka pulang membawa ilmu, membawa makna dan menjawab semua doa dengan melampaui  harapan Ibu dan Ayah mereka. Izinkan mereka kelak menyongsongmu dengan rasa bangga dan syukur. Doa tulusnya dijawab oleh keberhasilan anaknya.


Selamat Hari Pendidikan, selamat memasuki Bulan Pendidikan, selamat meneruskan belajar, dan selamat melampaui cita-cita!


Salam,


Anies Baswedan.

Rezeki itu banyak bentuknya

May 28, 2016 Add Comment


  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kemarin hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko saya.

Masih penuh gerobaknya, buah-buah tertata rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al Quran. Beliau tekun dengan Al-Qurannya. Sampai jam 10 hujan blm berhenti.

Saya mulai risau karena sepi tak ada pembeli datang.

Saya keluar memberikan air minum.

“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” .. “Mana masih banyak banget.”

Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya.

“Aamiin,” kataku.

“Kalau gak abis gimana, Pak?”. tanyaku.

“Kalau gak abis ya risiko, Bu.., kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga, mereka juga seneng daripada kebuang. kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.

“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum.

“Dikasih kesempatan berdoa juga rejeki, Bu…”

“kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Berarti rejeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, saya jualan rujak belum pernah kelaparan.

“Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak.

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan ..Makasih yaa ,Bu…”

Saya terpana… Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.

Saya jadi sadar bahwa rizki hidayah, dapat beribadah, dapat bersyukur dan bersabar adalah jauh…jauh lebih berharga daripada uang, harta dan jabatan…

***

Selalu semangat & istiqomah kawan


  1. dikutip dari pesan bc whatsapp

Pertanian di Kabupaten Barito Utara

May 25, 2016 Add Comment
Barito Utara – Indonesia sejak dulu dikenal dengan Negara Agraris atau pertanian. Bahkan, ada lagu yang menyatakan bahwa tanah surga, tongkat kayu dan batu menjadi tanaman. Indonesia juga pernah menjadi Negara pengekspor beras.

Gerakan untuk penambahan perluasan dan peningkatan produksi padi. Pengembangan pertanian dengan teknologi pertanian merupakan satu hal yang harus dilakukan oleh petani dan dinas terkait. Pemerintah melalui Dinas Pertanian berupaya melakukan inovasi pertanian dengan menggunakan teknologi pertanian.
 
Para petani di Barito Utara, khususnya padi ladang mencoba melakukan penanaman di musim tanam April-September, yang biasanya musim tanam Oktober- Maret.

Kepala dinas pertanian, perikanan dan peternakan Barito Utara, Setia Budi mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendampingi para petani dalam penanaman padi
 
"Kami akan melengkapi dengan sarana  pompanisasi, sehingga penanaman padinya tidak ketergantungan dengan kondisi alam," ungkapnya seperti dikutip di Borneo News.co.id.

Kabupaten Barito Utara juga akan melakukan program ujicoba untuk penanaman padi organik menggunakan pupuk alam dan diharapkan dapat berhasil dilakukan. Dan juga merencanakan untuk daerah-daerah budidaya sapi ini menanam padi organik. 

Budi menambahkan bahwa juga melakukan program perluasan sawah yang telah bersingkronisasi dengan pemerintah pusat bahwa percetakan sawah  yang ditargetkan akan dilakukan sampai akhir 2019 dengan target 12.000 hektare. 

Potensi kabupaten Barito Utara, sawah yang dapat digarap mencapai 14.000 hingga 16.000 hektare. Dengan perlusan sawah sebesar 12.00 hektare  ini dapat dilakukan, kabupaten Barito Utara tidak hanya akan swasembada beras, akan tetapi dapat menjadi surplus beras.

Kemudian Setia Budi berkeinginan, program ini dapat tercapai dengan pola pendekatan 1 KK dapat memiliki 2 hingga lima hektare cetak sawah. Ia mengakui mendapat lampu hijau dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat bahwa masyarakat boleh mandapatkan dua hingga lima hektare per kepala keluarga.

Pada 2016, Barito Utara juga mendapat alokasi penanaman jagung hibrida seluas 962 hektare dan kedelai seluas 306 hektare, namun untuk sementara pertanian kedelai difokuskan di Kecamatan Gunung Timang yakni di Desa Batu Raya I dan Batu Raya II.

Sebanyak 44 Persen Warga Katingan Putus Sekolah

May 25, 2016 Add Comment
Katingan – Fakta mengejutkan datang dari kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah. Pada upacara peringatan HUT ke 59 Kalteng, Hari Kebangkitan Nasional ke 108, Hari Pendidikan Nasional ke 127 dan Hari Otonomi Daerah ke 20 di halaman kantor bupati Katingan, Bupati Katingan, Ahmad Yatengli mengungkapkan bahwa ada 44 % warga katingan putus sekolah.
 
"Sekarang yang menjadi masalah terkait pendidikan di Kabupaten Katingan ini adalah menyikapi angka putus sekolah yang masih tinggi. Berdasarkan data yang ada, warga yang menyekolahkan anaknya dari SD ke SMP mencapai 98 persen. Sedangkan dari SMP ke SMA baru 56 persen. Artinya ada 44 persen masyarakat kita putus sekolah," ungkapnya seperti dikutip BorneoNews.co.id. 

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Yatengli dan seluruh pihak terkait akan terus mengejar angka 44 %, sehingga dimasa depan tidak ada lagi warga Katingan yang putus sekolah. Hal tersebut juga selaras dengan visi Katingan yakni sehat juga cerdas dan terbuka, sehingga  masalah pendidikan di daerahnya juga menjadi prioritas utama.

Selain masalah putus sekolah, Ahmad Yatenglie juga menyinggung kualitas pendidikan di daerahnya. Ia menilai hal ini sangat penting bagi masyarakatnya, terutama saat anak sekolah sudah selesai menempuh wajib belajar 12 tahun itu. 

Untuk itu tantangan ke depan masyarakat termasuk Kabupaten Katingan yaitu menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Menurutnya, masalah pendidikan tidak hanya tanggung jawab pemerintah daerah, akan tetapi merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalteng dan pusat.
 
By Choirul Fuadi

Cerpen - Kawasan Hijau

May 24, 2016 Add Comment
Sejuk udara pagi ini. Kulihat senyum mentari pagi serta hawa sejuk menyapaku. Embun, tanaman hijau, dan orang-orang yang berlari dipagi ini. Kulihat disekelilingku, penuh dengan canda tawa anak-anak. Tanaman tertata rapi. Hijaunya hutan di ujung pandanganku. Angin sepoi-sepoi membelai mesra rambutku. Rumput bergoyang seakan mengajakku bicara. Entah apa yang ingin dia katakan padaku.

Terlihat dari jauh, anak-anak sedang asyik mandi disungai yang jernih airnya. Beberapa orang sibuk dengan pekerjaan mengurus tanaman. Terlihat mereka bekerjasama satu sama lain. Diujung jalan ini tertulis jalan hijau raya, dan juga gapura indah yang membuatku kagum. Gapura yang betuliskan, “Kawasan Hijau”.

Gapura yang sudah diresmikan sejak setahun lalu itu, hingga kini masih kokoh berdiri. Panjang cerita masih tertanam jelas dimemori betapa berat pengorbanan yang harus dilalui untuk mencapai hal itu. Gapura perlambang keberhasilan dan hijaunya kawasan ini.

Jika terkenang akan masa dimana daerah ini kekeringan. Lahan-lahan ini kering. Sungai tidak mengalir sedemikian deras. Bukit belakang desa terlihat gundul. Sering terjadi tanah longsor. Asap membumbung tinggi, hasil dari ulah petani yang membakar lahan.

Hutan di Taman Nasional Tanjung Puting , Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah


**

Kisah ini aku mulai ketika aku baru saja lulus dari sarjana kehutanan di salah satu Universitas termuka di Pulau Jawa. Aku berasal dari daerah kampung kecil di pinggiran kota Malang. Hingga aku selesai kuliah, desaku berubah total. Aku tak mengerti apa yang terjadi.

Randu Agung, dengan deretan pegunungan yang hijau kini berubah kosong tak berpenghuni, pohon-pohon lenyap. berganti kesunyian penuh dengan petak-petak sawah. Desa yang dulunya hijau kini hilang warnanya.

Setelah sebulan aku tinggal didesa, aku mulai mengerti. Mengapa semua ini bisa terjadi. Aku bersama kedua sahabatku, Anci dan Emil bersatu, tekad dan niat untuk merubah semua ini. Mereka adalah teman kuliahku. Meski mereka bukan penduduk asli desa, tapi mereka bertekad untuk membantu.

Kami mulai menelusuri sebab-musabab mengapa semua bisa terjadi. Hari berganti hari, kami mulai menemukan titik temu akar dari semua masalah ini. Semua berasal dari Juragan Totok, seorang juragan kaya raya yang tinggal didesa sebelah.

Kami mulai mencari solusi. Mulai dari menghubungi Pak Lurah, Warga, Pak Camat, bahkan sampai ke Juragan Totok. Tapi semua belum terlihat hasil yang jelas. Yang membuat kami tercengang lagi adalah tanah yang ada hampir semua telah menjadi hak milik juragan totok, meski itu hanya sekedar Surat Keterangan Tanah (SKT).

Bahkan, dengan tanahnya yang sudah sedemikian luas, dia ingin membuka lahan lagi. yakni dipinggir sungai. dia bahkan tidak peduli dengan keadaan sungai itu, airnya keruh dan penuh dengan sampah. tapi keinginannya menjadi tuan tanah sedemikian besar.

**

Kami bertiga tidak tinggal diam. Kami terus berjuang mencari bantuan hingga kekota. Keteman-teman Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Akhirnya kami bertemu dengan anak-anak KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau Indonesia). Mereka bersedia membantu dan akan mengirimkan bibit-bibit pohon serta sukarelawan untuk menanam disekitar aliran sungai dan tanah-tanah tandus disekitar bukit.

Akhirnya hari yang ditentukan tiba. Kami bersama-sama anak KOPHI menanam pohon. Jam 7 hingga jam 10 siang. Terik sinar mentari sama sekali tak kami hiraukan. Warga yang kami hubungi untuk membantu cuma menggelengkan kepala tanda tidak setuju. Tak ada satupun warga yang datang.

Rata-rata warga bermata pencaharian sebagai petani. Sebagian besar mereka bekerja untuk Juragan Totok. Itulah sebabnya mereka tidak mau ikut membantu.

Hari ini kami telah selesai menanam pohon didaerah aliran sungai. Kemudian hari berikutnya kami mulai menanam di daerah bukit. Meski kami dengan jumlah personel yang seadanya tapi itu tidak menyurutkan semangat juang kami.

Akhirnya, berita penanaman pohon ini sampai juga ditelinga Juragan Totok. Juragan Totok marah bukan main. Bukannya mendukung gerakan penghijauan yang kami lakukan, dia malah mendatangi kami dan mengancam akan mencelakai kami jika terus melakukan reboisasi ini. Dia mengancam malah akan menambah luas sawahnya dengan membuka hutan yang tersisa.

**

Esok paginya, ketika kami akan menyiram pohon yang telah kami tanam, kami tidak menemukan satu pohon pun. Kami mengecek semua pohon telah bersih, dicabut oleh seseorang. Kami mencari kesana kemari, dan kami menemukan tumpukan pohon yang baru kami tanam kemarin di tempat sampah dengan kondisi sudah terbakar, hanya ada beberapa sisa pohon yang masih belum terbakar.Dari sisa yang tidak terbakar, maka kami tanam kembali.

Dua hari kemudian, ketika kamis sedang menyiram pohon, datang segerombolan preman. Mereka semua berbadan besar dan kekar, tiba-tiba datang dan mengancam kami. Kami tidak bisa apa-apa dan  cuma diam saat itu. selain kami hanya bertiga, badan kami juga kecil. Kami kalah jumlah dan postur.

Meski kami sudah mendapat ancaman seperti itu, kami sama sekali tidak takut. Kami terus berjuang menghijaukan tanah ini. Pohon-pohon yang kami tanam terdiam seribu bahasa, bergoyang-goyang tertiup angin seakan ingin mengatakan sesuatu. Entah apa yang ingin mereka katakan, apakah mereka iba dengan kedaan kami.

**

Dua bulan kemudian. Disore hari yang indah, kami mulai menapaki jalanan kecil di kawasan perbukitan. Terlihat pohon-pohon yang kami tanam telah hijau. Mereka seakan tersenyum akan kedatangan kami. Terus bergoyang-goyang diterpa angin sore.

Tiba-tiba segerombolan orang bertopeng menyergap kami. Tangan dan kaki kami diikat. Kami coba berontak tapi tidak bisa. Teriakan minta pertolongan dari kami tidak ada yang mendengar, karna lokasi cukup jauh dari desa. Kami hanya bisa pasrah ketika bertubi-tubi pukulan dari kepalan-kepalan tangan kasar itu melayang dan mendarat ketubuh kami. Sekali-kali mengenai didaerah wajah dan kepala. Darah terasa berhenti. Nafas tersengal-sengal. Badan pegal menahan rasa sakit.

Badan kami dimasukkan didalam karung. Lalu mereka menyeret kami dengan kasarnya. Tidak tahu kemana arahnya. Suasana terasa gelap. Tiba-tiba kami jatuh pingsan.

**

Malam pun datang, orang tua saya merasa kebingungan dirumah karna saya belum juga pulang. Akhirnya dibantu dengan warga mereka mencari saya. Keliling desa, sudut kampung. Dibukit dan ke persawahan.

Dimalam yang indah ini, mereka menemukan kami terikat dan tergeletak tak berdaya di sebuah gubuk kecil ditengah sawah yang letaknya cukup jauh dari desa. Luka lebam disekujur tubuh. Mereka membawa kami ketika kami masih dalam keadaan pingsan.

Pagi harinya kami siuman dan mulai menceritakan apa yang terjadi. Banyak pendapat mengenai hal ini. Tapi kebanyakan pendapat mengarah kepada Juragan Totok yang memang tidak senang dengan adanya kami.

Mereka kemudian beramai-ramai mendatangi rumah Juragan Totok untuk meminta pertangggungjawaban. Tapi Juragan Totok dengan sombongnya mengelak dan menantang warga apabila ada yang berani kepadanya.

Orang suruhan Juragan Totok pun sering berbuat onar dan menindas warga apabila tidak mau menjual tanahnya. Bahkan warga yang membantu kami juga ditindasnya. Mereka menganiaya warga yang tak bersalah.

**

Disuatu malam yang penuh dengan bintang, kami bertiga dan Pak Lurah serta seluruh warga berkumpul dibalai desa untuk membahas masalah ini. Akhirnya mereka sepakat untuk mogok kerja dan akan membantu kami melakukan penanaman pohon. Luka badan yang kami terima ternyata menyadarkan warga.

Hari berikutnya kami bergotong royong melakukan reboisasi. Sebagian warga membuat saluran irigasi. Kebetulan hujan sudah tidak lama turun, akhirnya kami memanfaatkan sumber mata air kecil diatas bukit.

Juragan Totok marah bukan main atas tindakan kami ini. Tapi ketika melihat kami bergotong royong seluruh warga desa, akhirnya dia mengurungkan niatnya. Kami tidak tahu apa yang dia rencanakan.

**

Suatu ketika, Juragan Totok beserta istri pergi kesawah untuk melihat kerja para petani yang menggarap sawahnya. Dengan memakai sepatu boot, topi rimba dan jaket kulitnya. Mereka membawa bekal untuk mereka santap di tengah sawah. Mereka begitu gembira melihat sawah-sawah yang luas dan padi yang mulai menguning.

Ketika mereka sampai digubuk kecil di kaki bukit, tiba-tiba cuaca berubah. Petir menggelegar, angin berhembus keras. Perlahan langit berubah menjadi gelap.Angin rintik membawa air.Mereka kemudian berlari menuju gubuk kecil.

Hujan pun turun dengan derasnya. Angin dingin menembus kulit mereka.Air turun begitu derasnya. Tiba-tiba ada suara aneh dari atas bukit. Ternyata itu adalah tanah longsor. Mereka berlari tunggang langgang. Mereka terjatuh kesawah. Badan mereka kotor terkena lumpur. Untung saja mereka bisa menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa pada kejadian itu.

**

Kejadian itu membuat juragan totok merenung. Dia sempat mengunci pintu selama bebrapa hari. Akhirnya itu semua membuat menyadarkan Juragan Totok akan pentingnya reboisasi. Dia merasa betapa ngeri longsor tersebut.

Dia kemudian mendatangi pak lurah dan kami bertiga. Akhirnya di sabtu siang itu, seluruh warga dikumpulkan dibalai desa. Juragan Totok lah yang mengumpulkan kami semua. Seluruh warga datang semua. Ternyata tim dari dinas kehutanan dan LSM KOPHI datang juga.

Juragan Totok menyampaikan permemintaan maaf kepada kami semua. Dan dia juga akan membantu sumbangan tenaga dan uang untuk membantu menghijaukan desa. Dinas kehutanan juga sudah membawa bibit pohon akasia.

Atas kesepakatan bersama akhirnya seluruh warga berjanji akan menanam pohon dan bunga dilokasi rumah mereka.Bibit pohon yang ada akhirnnya kami tanam di bukit dan juga dipinggiran sungai.

Gotong royong pagi minggu, kami bertiga bersma seluruh warga, juragan totok dan anak buahnya serta dibantu oleh teman-teman KOPHI. Pekerjaan kami terasa enteng. Kami bertiga bisa tersenyum lega. Setiap pagi menyiram tanaman.

Hari berganti hari, tanaman mulai menhijau. Tanah gundul tanpa pohon mulai kelihatan hijaunya. Angin sejuk sepoi-sepoi membelai lembut tubuh kami.

**

Tahun berganti tahun, hijau desa kami begitu terlihat. bahkan sebagian warga ada yang beralih profesi sebagai penjual tanaman hias. Perekonomian warga pun berangsur membaik.

Saat itu aku diterima menjadi seorang wartawan koran lokal. Aku kemudian menulis artikel tentang desa kami. Dia bahkan mengirim tulisannya ke koran nasional. Bahkan berita ini menjadi berita hangat surat kabar.Berita itu sampai ditangan pejabat-pejabat pemerintah. Bahkan menteri kehutanan juga membaca berita tersebut.

Hingga pada suatu pagi yang cerah, datang rombongan dari dinas dan pejabat setempat. Mereka meninjau langsung. Seharian penuh kami melayani mereka, meski dengan dadakan, tapi sudah cukup membuat mereka puas dan kagum akan keindahan dan hijaunya desa kami.

Seminggu kemudian turun surat keputusan dan desa kami dinyatakan sebagai kawasan hijau. Dan atas bantuan dana dari pemerintah setempat, desa kami membuat gapura nan indah itu dan bertuliskan kawasan hijau.

Hingga kini gapura itu masih berdiri kokoh. Penduduk yang ramah akan alam. Juragan Totok yang sekarang mengembangkan bisnis kayu jati. Penduduk yang bermata pencaharian sebagai penjual tanaman hias. Sedang aku, masih meniti karierku dibidang jurnalistik. Kedua temanku telah kembali ke kalimantan untuk penghijauan dan menyelamatkan primata disana.

*  The End   *

Arga Mulya, 30 November 2013

Edited in Yogyakarta 30 December 2015

I dedicated this story for Anci and Emil, my friend.

SMAN 1 Muara Teweh Mendapatkan Piagam Penghargaan Kejujuran

May 24, 2016 Add Comment
SMA Negeri 1 Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut) meraih penghargaan sebagai sekolah berintegritas dalam menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), dengan nilai tertinggi IIUN 83,52.

SMAN 1 menjadi satu-satunya sekolah di Kabupaten Barito Utara yang mendapatkan penghargaan sekolah berintegritas dalam penyelenggaraan UN 2015. Hal ini dikarenakan prestasi SMAN 1 Muara Teweh dalam mengintegritaskan nilai-nilai kejujuran dalam proses pembelajaran sampai tahap evaluasi. 
SMAN 1 Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah

Kepala SMAN 1 Muara Teweh, Razikinnor mengatakan selama melaksanakan UN, SMAN 1 Muara Teweh tidak pernah ada temuan indikasi kecurangan, sehingga tim pemantau meyakini SMAN 1 tetap berintegritas mempertahankan kejujuran dan akhirnya sukses menyelenggarakan UN dengan baik.

Sehingga, membuat pihaknya semakin terpacu untuk berinovasi meningkatkan mutu pendidikan, bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga pendidikan karakter anak didik. Lebih lanjut di tahun 2016, pihaknya akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer, sehingga kejujuran lebih utama.

“Jujur inilah yang dijaga oleh SMAN 1 Muara Teweh sehingga nantinya tidak hanya sekali ini saja mendapatkan piagam penghargaan, tetapi juga ditahun akan datang piagam bisa diraih kembali,” ucap Razikinnor.

Menurutnya, keberhasilan sekolah ini meraih penghargaan tertinggi kejujuran mengkuti ujian itu tidak terlepas dari dukungan Bupati Barito Utara H Nadalsyah yang selalu memberikan arahan-arahan kepada sekolah-sekolah khususnya SMA Negeri 1 Muara Teweh.

By Choirul Fuadi

Festival Budaya Isen Mulang 2016

May 24, 2016 Add Comment
Event tahunan mengenai budaya isen mulang di Provinsi Kalimantan Tengah diselenggarakan. Ribuan peserta dari 13 kabupaten dan satu kota di Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti berbagai perlombaan yang digelar dalam rangkaian acara Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Kalimantan Tengah 2016. 

Tak tanggung- tanggung, jumlah peserta mencapai angka ribuan. Bahkan jumlah tersebut naik dari tahun ketahun. Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kalimantan tengah, Yuel Tanggara mengatakan bahwa  ada kenaikan jumlah peserta ditahun ini yakni 1.767 orang, sedangkan tahun sebelumnya tercatat 1.550 perserta.  
Festival Budaya Isen Mulang

Dalam rangkaian pergelaran seni budaya berlangsung selama enam hari, mulai dari 18 hingga 23 Mei. Terdapat  19 cabang lomba, yang pertandingan yang dipusatkan di empat lokasi berbeda.
19 cabang lomba adalah karnaval budaya, pemilihan putra putri pariwisata Kalteng, lawang skepeng, meneweng menetek dan manyila kayu, jukung atau perahu hias, karungut dan sepak sawut, lomba balugu, malamang, jukung tradisional, mangaruhi, mangenta, habayan, besei kambe atau hatalawan, tari daerah pedalaman dan tari pesisir serta lomba menyipet.
Sedangkan 4 lokasi perlombangan berada di kawasan Museum Balanga, Bundaran Besar, Sungai khayan dan kawasan pameran di Jalan Temanggung Tilung.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Kalteng, Hadi Prabowo yang membuka secara resmi acara tersebut mengajak masyarakat Kalimantan Tengah mempromosikan berbagai macam seni dan budaya masyarakat yang dimiliki, sehingga potensi yang ada di provinsi ini semakin dikenal luas.
"Diharapkan ke depan lebih baik dan lebih meriah lagi. Saya juga mengajak rakyat Kalteng menggalakkan dan mempromosikan budaya isen mulang budaya masyarakat Dayak yang ada, sehingga semakin dikenal di Indonesia terlebih di dunia," katanya seperti dikutip dalam AntaraKalteng.com.

By Choirul Fuadi

Dinas sosial dan tenaga kerja Palangka Raya Bantu Kaki Palsu Bagi Penyandang Disabilitas

May 22, 2016 Add Comment
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memberi bantuan enam kaki palsu kepada penyandang disabilitas yang ada di kota itu.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Palangka Raya Akhmad Fauliansyah, seperti dikutip antarakalteng.com mengatakan bahwa pembagian kaki palsu merupakan program di tahun 2016.
Ilustrasi kaki palsu

"Ini memang menjadi program kami di tahun 2016. Namun karena keterbatasan anggaran, untuk sementara ini kami baru bisa membagikan enam kaki palsu,ungkapnya.

Penyerahan enam kaki palsu itu dilaksanakan secara simbolis oleh Wali Kota Palangka Raya Riban Satia seusai upacara gabungan yang dilaksanakan di halaman kantor wali kota. Yakni secara simbolis pak wali kota menyerahkan kaki palsu itu kepada seorang penyandang disabilitas bernama Uling.

Kaki palsu tersebut dibuat di Solo, Jawa Tengah (Jateng). Untuk mempermudah enam penyandang disabilitas mendapatkan kaki palsu yang sesuai, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja itu membawa keenam orang tersebut ke lokasi pembuatan untuk dilakukan pengukuran.

"Mereka ini memang langsung kita bawa ke Solo, jadi bukan distel di Palangka Raya. Itu agar hasilnya sesuai dengan masing-masing penyandang yang akan kita berikan kaki palsu," katanya.

Satu unit kaki palsu membutuhkan dana Rp6 juta sehingga total anggaran untuk pembuatan kaki palsu tersebut sebesar Rp36 juta.

Menurutnya, ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah kota kepada masyarakat Palangka Raya termasuk perhatian pada pada penyandang disabilitas.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan tetap melanjutkan bantuan dana yang digunakan untuk pembuatan kaki palsu itu pada kesempatan selanjutnya.

By Choirul Fuadi 

Sudah ikhlaskan saja..

May 21, 2016 Add Comment
Sepeda Motor Kesayangan
Perkenalkan nama saya Fuadi. Saya akan menceritakan pengalaman saya disaat saya mengalami peristiwa yang tak terlupakan dalam hidup saya. Saat itu, saya masih duduk di bangku kelas 2 di sebuah sekolah SMP negri di pedalaman Kalimantan Tengah. Postur tubuh saya kecil dan kurus. Hingga saat ini, saya masih kurus.

Jarak antara rumah dan sekolah tak begitu jauh, hanya berjarak 8 km saja. pada awal kelas 1, saya bersama teman sedesa selalu berangkat menggunakan sepeda. Betapa hari kami lalui dengan luar biasa perjuangan. Menapaki dan mengayuh sepeda melewati jalan berbatu terjal dan kubangan lumpur. Bahkan hingga menerobos hutan pun kami lalui. Tak peduli hujan maupun panas, tetap kukayuh sepeda ku. Semua kulakukan demi mengejar cita-cita ku. Sering aku pulang dengan baju kotor penuh lumpur.


Hingga akhirnya ketika memasuki semester dua, sepeda motor butut milik ayah, merk Yamaha Alpha diberikan kepadaku karna ayah merasa kasihan. Dengan senang hati ku pakai motor itu. Tahun itu 2004, kehidupan masih tergolong susah. Motor adalah sesuatu yang berharga bagi kami. Tak banyak penduduk desa yang memiliki motor.

Namun dalam perjalananya, sepeda motor tidak lah cukup banyak membantu. Mogok adalah salah satu agenda rutin motor. Apalagi saat musim hujan, tak jarang motor menginap di bengkel. Selain itu, jalanan berbatu juga membuat ban motor menjadi bocor dan kempes. Menemukan bengkel tidak lah mudah, terkadang kami harus membawa pulang motor dalam keadaan bocor.

Memasuki kelas dua, diantara teman-teman ada yang dibelikan sepeda motor baru oleh ayah mereka. Iya, motor yang menjadi ikon di zaman itu, supra fit, smash, dll. Itu merupakan barang mewah bagi kami. Sangat berbeda dengan diriku, aku masih memakai sepeda motor ayahku.

Pada suatu ketika, tanpa kuduga, ayah membelikan aku sepeda motor baru. Jupiter Z warna merah putih. Aku ingat betul betapa bahagia ayah dan ibu saat itu. Disisilain, aku merasa sangat berbahagia melebihi mereka. Kini perjalananku kesekeloh tiada terganggu dengan Edisi motor mogok. Aku sangat bersyukur atas hal itu.

Waktu terus berlalu. Tiap hari kami melewati jalan yang sepi. Jalanan yang tidak rata dan banyak lubang membuat perjalanan kami harus ekstra hati-hati dan pelan. Takut terjatuh ataupun motor lecet.

Terkadangan kami berangkat beriringan, dalam rombongan besar. Biasanya kami berboncengan bersama teman yang lain. mengebut dan balapan merupakan salah satu aktivitas kami.

Namun berbeda siang itu. Ada kegiatan penyuluhan disekolah. Saya cukup tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Kulihat banyak teman seperjalanan yang sudah pulang. Hingga tersisa beberapa siswa yang masih berada disekolah. Akhirnya kuputuskan pulang sendirian.

Dalam perjalanan, hati berdebar tak menentu. Melihat kiri kanan. Seakan ada firasat buruk yang terngiang dikepala. Namun, tak ku gubris. Kupacu sepeda Jupiter ku dengan kecepatan tinggi. Hingga jauh meninggalkan teman-teman dibelakang.

Saat itu lah, mimpi buruk itu terjadi. Sewaktu melewati jembatan rusak, ku berkendara dengan pelan. Dari balik semak-semak keluarlah seseorang memakai topeng. Tangan membawa pistol. Badan besar dan kekar. Tiba-tiba menghadang ku.

Tanpa sempat menghindar, sedetik kemudian dia langsung mendorong ku hingga terjatuh. Saat itulah, dia mulai mengambil alih sepeda motor ku. Dan membawa pergi sepeda motor. Namun saya sempat bangun dan akan menarik motor, namun tenaga ku kalah hebat dengan dia. Postur ku kalah besar, sehingga dalam hitungan detik, motor ku sudah berpindah tangan ke seseorang bertopeng tersebut. Sekejap kemudian, hilang ditelan oleh debu jalanan yang mengepul.

Tak lama, ada salah satu teman yang masih berada dibelakang. Akupun langsung meminta bantuan kepadanya. Mengejar, hanya ada kata itu yang ada dalam pikiran kami. Langsung kami memacu motor mengejarnya.

Namun, untuk tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak. Motor baru kesayanganku lenyap.

Hari itu adalah hari terakhir melihat dan berkendara dengan sepeda motor ku.

***

Sesampainya dirumah, hanya pandangan lesu yang kuberikan kepada orang tua ku. Perasaan sedih terpancar jelas diwajah mereka. Motor yang baru beberapa hari mereka beli, telah hilang bak ditelan bumi.

Ayah ku langsung bergegas pergi kekantor polisi dan melaporkan kejadian. Diam-diam ayah juga mengurus asuransi motor.

Pemuda desa turut mencari kemana motor ku dibawa pergi, atau paling tidak disembunyikan. Berharap masih bisa untuk ditemukan.

Sedih, marah, tak enak makan, tak karuan rasanya dalam diri. Ingin rasanya ku berlari kehutan dan kemudian berteriak sekencang-kencangnya. Dalam sujud kuberdoa, agar motor segera ditemukan. Atau pilihan kedua Ikhlas.

Susah move on dengan motor pertama ku.

Namun orang tuaku selalu berucap, tidak apa-apa.. Ikhlas aja ya.

Sehari, dua hari, hingga berganti minggu, tak kunjung mendapat informasi dimana motor ku berada. Beragam cara dilakukan… namun hasil masih nihil. Ikhtiar dan usaha terus kami jalani. Dari mulai kiyai, hingga dukun kami datangi.

Hingga mendapat saran dari tetangga untuk menggunakan jasa dukun. Langsung ibu berangkat menemui dukun tersebut.

Sesampainya disana, dukun hanya memberikan air yang telah dimantrai. Air tersebut harus disiramkan ditempat saya kehilangan sepeda motor saya. Oh ya, juga ada bunga yang ditabur diatas jembatan tersebut.

AH, dan hasilnya……………………………………..

Sebulan kemudian, pihak dealer motor Yamaha datang. Memberi tahu untuk proses klaim asuransi. Alhamdulillah……

Kami diberi pilihan, untuk mengambil motor lagi atau mengambil uangnya. Karna rasa khawatir akan terulang lagi jika membeli motor yang sama, akhirnya uang lah yang kami ambil.

Sebulan kemudian, kami bisa membeli motor baru dengan merk yang lain. Ya Suzuki Shogun warna biru tahun 2005 menjadi saksi kisah ku semasa SMP.